Search form

SMKN 1 Bengkalis Tidak Ada Perpeloncoan Saat MOS

BENGKALIS,UTUSANRIAU.CO - SMK N 1 Bengkalis hari ini melaksanakan MOS (Masa Orentasi Siswa),  tidak ada kegiatan ospek ataupun Masa Orientasi Siswa (MOS) ala tempo dulu yang mirip dengan perpeloncoan. Pelaksanaan MOS berlansung 3 hari dengan nama pengenalan lingkungan sekolah.

Joko Satitle of the imagerwhoto Kepala Sekolah melalui Sofyan Wakepsek bidang humas mengatakan " Panitia MOS sekarang sudah diserahkan pelaksanaannnya kepada pihak guru yang langsung di ketuai oleh kepala sekolah, tidak  diserahkan kepada pengurus OSIS seperti tahun-tahun dahulu. Jikapun dilibatkan, mereka hanya sebagai pendamping saja. Pelaksananya tetap guru dan gurulah yang akan mengawasi secara langsung pelaksanaan MOS tersebut," ujar Sofyan Wakepsek SMKN 1 Bengkalis, Senen (10/7/2017) di Bengkalis.

Sofyan mengaku bahawa pola MOS yang diterapkan tempo dulu adalah bentuk perpeloncoan ala balas dendam tidak pernah mereka terima (siswa kelas 2 dan 3) tatkala mereka menjadi siswa baru di sekolah. Ia mengaku untuk pelaksanaan MOS ala dahulu terdapat prilaku senior kakak kelas yang tidak pantas ataupun kurang pantas yang diterima oleh siswa baru, misalnya dengan mendandani para siswa baru dengan berbagai macam model yang terkesan norak, seronok dan tidak etis, bahkan ada yang memberi nama hewan yang ditulis di kertas karton yang digantungkan di leher dan dada par siswa baru tersebut.

Pengenalan lingkungan sekolah yang dilaksanakan 3 hari dengan memberikan motivator,olah fisik (PBB, pelatihan baris berbaris) di isi oleh berbagai macam pembicara antara lain BPD Desa Senggora,Menwa STIE dan Polsek Bengkalis yang membawa materi tentang bahaya Narkoba dan tertip lalu lintas..

Sofyan mewakili Kepala Sekolah SMKN 1 Bengkalis berharap pola MOS yang bersifat edukasi atau mendidik adalah paradigm maju yang sekarang sudah harus dimulai. Ia mendukung untuk tidak lagi ada MOS ala perpeloncoan yang kerap menimbulkan masalah di kalangan siswa. Apalagi jika diluar kontrol guru dan diluar pengawasan pihak sekolah atau kepala sekolah. Kebijakan pemerintah untuk merubah pola MOS mulai tahun ini adalah langkah maju yang patut didukung semua pihak sehingga tidak ada lagi timbul kasus demi kasus yang meresahkan publik.

"Yang pasti kita mendukung kebijakan pemerintah soal pelaksanaan MOS yang berorientasi kepada edukasi yang sehat dan mendidik tersebut. Untuk sekolah kita di SMKN 1, InsyaAllah sudah kita terapkan dan tidak ada masalah," ungkap sofyan.(yul)